Beauty

Skincare FAQ #1 : The General

Saturday, October 01, 2016

Assalamualaikum,



Sudah lama berencana nulis tentang ini karena saya sering banget ditanya pertanyaan yang rasanya sudah berulang-ulang dijawab. Jadi daripada capek ngetik berulang-ulang, biar pada baca disini aja kali ya. Dan sengaja saya buat dijudulnya pakai #1 atau part 1, karena rasanya akan ada part-part berikutnya. Dan untuk part 1 pertama ini, saya akan jawab 5 pertanyaan yang sifatnya cukup umum. Nanti di part 2 baru masuk ke pertanyaan yang lebih khusus.

Oke, kali ini saya post 5 pertanyaan tentang skincare yang sering banget ditanya ke saya baik via IG, komen di blog, ataupun email. 

1. Produk A, B, C, dst (biasanya sebut nama brand tertentu) halal atau gak ya?

Ini pertanyaan yang sering banget ditanya ke saya. Mungkin karena saya berhijab dan hijabnya yang cukup syar'i kali ya. hehe. Agak bingung menjawab pertanyaan ini karena salah-salah bisa saya yang dosa. Perlu diketahui sebagian besar produk beauty, baik make up ataupun skincare, adalah produk dari luar negeri. Yang tentunya saat mereka masuk ke Indonesia, tidak akan mengurus sertifikasi halal, karena memang proses mengurus sertifikasi halal itu tidak mudah. Bahkan lokal brand saja tidak semua mengurus sertifikasi halal. Apalagi brand dari luar yang sudah cukup terkenal. Jadi kalau kalian mau cari yang benar-benar halal, coba pakai produk yang memang sudah bersertifikasi halal seperti Wardah, Ristra, dan Sari Ayu. Itu sebagian brand yang saya tau sudah punya sertifikasi halal. Kayaknya sudah makin banyak sih produk lokal yang punya sertifikasi halal. Kalau kalian tau brand lainnya boleh komen yaa :)

Nah, saya sendiri tipe yang selama belum ada yang bilang satu produk itu haram dan dilihat dari kandungannya terbilang cukup aman, saya tetap akan pakai, walaupun belum ada sertifikasi halalnya. Karena namanya skincare itu kan cocok-cocokan ya di kulit. Yang sudah ada sertifikasi halal belum tentu cocok di kulit saya. Tapi kalau ada produk yang jelas-jelas menggunakan gelatin dari babi, atau snake venom, atau produk yang sudah pasti haram, tentu saya pilih untuk menghindarinya. Sedangkan untuk alkohol jujur saya belum tau gimana hukumnya, karena rata-rata alkohol yang digunakan di skincare itu adalah turunannya dan alkoholnya pun bukan untuk diminum. Di brand yang sudah ada sertifikasi halalnya pun saya cek masih menggunakan kandungan turunan dari alkohol seperti phenoxyethanol, cetyl alcohol, stearyl alcohol, dan sebagainya. 

Tapi, balik lagiii. Untuk hal begini kembali ke kepercayaan masing-masing. Kalau memang kalian ragu dalam menggunakan satu produk, takut produknya tidak halal, lebih baik hindari. Karena keragu-raguan dalam islam itu tidak baik. Dan saya sendiri pun sekarang berusaha untuk memakai produk yang lebih natural, organik, atau vegan friendly

2. Produk A, B, C, dst (lagi-lagi menyebut nama brand tertentu) aman buat ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui) gak ya?

Ini saya lebih bingung lagi jawabnya. haha. Bukannya apa-apa, tapi saya sendiri belum jadi bumil dan busui (mudah-mudahan soon. Aamiin). Saya juga bukan dokter kandungan atau dokter kulit atau ahli tentang skincare. Semua hal yang saya tau tentang skincare bedasarkan dari banyak baca dan trial error. Kalau pertanyaan ini ditanya ke saya, dan saya bilang aman, lalu ternyata belakangan ketauan produknya tidak aman, gimana? Pasti saya yang disalahin. Padahal kan salah yang nanya, siapa suruh percaya aja sama saya. ya kan? hehe

Jadi, buat yang lagi hamil dan menyusui, coba deh banyak cari tau dan googling tentang kandungan apa yang aman dan apa yang tidak aman. Dengan membaca sendiri berbagai info, kalian bisa menentukan mau pakai produk dari brand tersebut atau tidak. Dan tentunya sebisa mungkin tetap konsultasi sama dokter obgyn-nya, agar lebih aman. 

Soalnya, masalah ini banyak pro dan kontranya. Ada yang bilang skincare ini hanya dipakai dipermukaan kulit, bukan seperti obat yang diminum. Jadi kemungkinan terserap sampai ke pembuluh darah dan sampai mempengaruhi janin itu kecil sekali. Tapi ada juga yang lebih baik jaga-jaga daripada nyesal belakangan dan menghindari ingredients yang memang dianggap tidak aman untuk ibu hamil. Mommies daily pernah mengeluarkan artikel tentang penggunaan skincare saat hamil yang bisa dijadikan salah satu referensi untuk dibaca.

Beberapa kandungan yang setau saya tidak aman untuk ibu hamil, diantaranya Retinoid atau Retinol, Asam salisilat atau Salicylic Acid, Benzoil Peroxide, hydroquinone, dan merkuri. Sedangkan untuk paraben, masih ada pro dan kontra. Bahkan katanya obgyn teman saya, Jade Ayu, turunan paraben seperti Methylparaben atau Propylparaben masih terbilang aman dan bisa dipakai sama ibu hamil. Ayu komen di postingan saya tentang sunscreen skin aqua, jadi bisa dibaca sendiri disana komennya tentang paraben ini :)

Tapi ya balik lagi, namanya lagi hamil harus pakai apa yang bikin nyaman. Jangan sampai pakai sesuatu yang malah bikin was-was. Kalau memang bisa cari produk yang lebih organik dan natural yang tentu lebih bagus. Better safe than sorry, ya kan? :)

3. Skincarenya banyak banget dan brandnya macem-macem, setiap hari produk yang dipakai beda, emang aman ya ganti-ganti produk dan pakai skincare dari multibrand gitu?

Ya saat ini skincare saya memang banyak banget. Brandnya pun campur-campur, dari Asia, Australia, Eropa, sampai Amerika ada semua. Sampai kadang saya bingung sendiri mau cobain kapan, karena banyak yang belum dibuka :p Tapi yang perlu kalian tau, pada saat saya pertama kali "kenalan" sama skincare di tahun 2014 saya tidak pakai produk yang bermacam-macam seperti sekarang. 1tahun pertama kenal sama skincare saya selalu pakai produk yang sama dan kalau kalian mengikuti blog ini dari lama, kalian pasti tau awal-awal skincare saya sebagian besar dari SKII.

Lalu kenapa sekarang saya ganti-ganti? jawaban utamanya sih karena saya mulai bosan sama skii dan pengen cobain brand-brand lain. Selain itu, saya pun merasa saya sudah cukup mengenal kondisi dan masalah kulit saya. Jadi, misalnya saya lagi merasa kulit saya kusam, saya akan pakai produk A. Tapi kalau lagi jerawatan, saya pakai produk B. Atau kalau rasanya lagi tidak bermasalah, saya akan skip produk C. Saya pun masih selalu trial and error. Tidak mungkin kan setiap coba pakai produk baru langsung cocok. hehe. Dan, sebelum mencoba produk baru, ada hal-hal yang harus diperhatikan, jadi tidak langsung pakai produk baru secara bersamaan. Saya pernah tulis tentang tips mencoba produk skincare baru.

Alasan lain kenapa saya merasa perlu ganti skincare adalah kondisi kulit kita berubah-ubah, tergantung cuaca, lingkungan, hormon, jadi tidak mungkin rasanya pakai produk yang sama terus-menerus. Selain itu, rasanya rotasi skincare itu perlu. Agar kulit kita terus beradaptasi dengan produk baru dan terus mencari kondisi kulit terbaiknya. Makanya sekarang saya jarang repurchase produk yang sama persis. Biasanya kalau sudah habis, saya coba yang lain dulu, lalu nanti baru balik lagi ke produk yang pernah saya coba dan saya suka. hehe

Intinya sih kalau kamu baru mau mulai pakai skincare, gak usah langsung coba macem-macem skincare kayak saya atau bahkan pakai 10 (atau lebih) step skincare. Mulai dari yang basic skincare aja. Kalau 5 tahap basic skincare juga terasa masih berat, minimal banget cleanse - moisturize - protect. Pokoknya jangan pernah skip sunscreen dan malamnya wajib double cleansing. Kalau bisa tetap jaga kelembaban kulit. Ada banyak cara koq, bisa dalam bentuk hydrating toner, hydrating serum, face oil, atau moisturizer cream. Atau kalau emang males banget pakai sunscreen, semprotin face mist/facial spray aja sering-sering sepanjang hari.

Rutinin dulu aja yang basic-nya, kalau sudah terbiasa, pelan-pelan kamu bisa tambahin skincare yang dibutuhin kulit. Kalau buat saya sekarang ini skincare lebih ke me time sih. Jadi emang saya yang seneng pakai step yang panjang, yang kadang mungkin gak penting-penting banget dan bisa di skip, tapi emang saya aja yang seneng ngelakuinnya. Skincare is fun and relaxing :D

4. Bener gak sih pakai skincare itu bikin ketergantungan? Jangan-jangan nanti kalau sudah stop pakai produknya kulit wajah malah rusak. 

Ini juga pertanyaan yang sering ditanya dan sepertinya cukup banyak yang jadi takut mencoba skincare karena masalah ketergantungan ini. Kalian termasuk salah satu diantaranya kah? hehe. Memang ini kekhawatiran yang wajar. Saya pun sempat khawatir pas awal-awal mau pakai skincare. Tapi balik lagi, yang disebut ketergantungan itu yang seperti apa dulu.

Kalau misalnya kita menggunakan skincare, lalu kulit wajah terlihat lebih bersih, lembab, glowing, dan kemudian kita stop skincare, kulit kembali jadi kusam dan kering. Apa itu disebut ketergantungan? Menurut saya itu bukan ketergantungan. Tapi itu yang membedakan antara kulit yang dirawat dan tidak dirawat. Sama aja kalau habis mandi rasanya segar, fresh, kulit bersih. Tapi pas lagi sakit dan tidak boleh mandi seminggu misalnya, badan terasa lengket, gerah, kusam. Bukan berarti kita ketergantungan sama sabun mandi kan ya? hehe. Tapi memang mandinya yang menjadi kebutuhan. Begitu juga dengan skincare, buat saya itu jadi kebutuhan dan wajar ketika kita tidak merawatnya kondisi kulit menjadi tidak baik.

Yang tidak wajar adalah ketika kita stop penggunaan satu produk tertentu, lalu kulit langsung bereaksi negatif, misalnya malah jadi breakout tanpa henti, atau masalah-masalah kulit lain muncul, tapi begitu kita pakai lagi produknya, kulit jadi bagus kembali. Menurut saya kalau ada produk yang seperti itu harus dihindari. Dari beberapa yang saya dengar, biasanya produk dari skin clinic justru yang ngasih efek seperti itu. Tapi mungkin tergantung skin clinic-nya juga ya. Saya tidak mengeneralisasi semua skin clinic sama. Yang jelas, selama saya pakai skincare, saya belum menemukan produk yang bikin ketergantungan. Dan ini juga yang menjadi alasan lain saya untuk selalu rotasi produk skincare.

Perlu diingat, bukan berarti setelah rajin merawat kulit lalu kulit menjadi flawless tanpa masalah. Tentu kondisi kulit saya tidak selalu bagus, ada masa dimana jerawat muncul, bruntusan keluar, atau kering yang sampai bikin ngelupas. Itu sih wajar, namanya manusia ya kan. haha. Dan penyebab masalah kulit, bukan hanya dari penggunaan skincare, tapi bisa juga karena perubahan cuaca, polusi, dan yang paling bikin pusing itu adalah kalau penyebabnya hormonal.

O iya, saya juga tidak terlalu percaya dengan "purging". Buat saya, kalau setelah pakai skincare muka malah jadi keluar jerawat besar yang sebelumnya tidak pernah begitu, atau muncul bruntusan, atau malah bikin kusam, saya pasti langsung stop penggunaan produknya. Kalau saya masih penasaran sama produknya, pas kulit sudah kembali normal, saya akan coba lagi untuk memastikan apa benar penyebab masalah kulit saya produk tersebut.

5. Kulit saya oily dan jerawatan ATAU kulit saya kering dan kusam, rekomendasi produk yang bagus apa ya?

Sejujurnya ini pertanyaan yang paling bikin saya elus dada. haha. Bukannya apa-apa, tapi ketauan banget yang nanya berarti males baca, males cari tau, dan mau yang gampangnya aja. Gimana caranya saya bisa kasih rekomendasi produk untuk pertanyaan seperti itu. Dan maksud pertanyaannya apa ya? Saya disuruh rekomendasiin produk di setiap stepnya atau memang berharap ada 1 produk yang bisa mengatasi semua masalah. Tolong kasih saya pencerahan :p haha

Yang jelas, skincare itu cocok-cocokan banget. Jenis kulit yang sama belum tentu cocok pakai produk yang sama. Memang umumnya jika jenis kulit sama, permasalahan akan mirip-mirip, dan produk yang dipakai bisa sama. Tapi tetap tidak ada jaminan, misalnya saya kulitnya kering dan kamu kulitnya kering, lalu kamu cocok dengan semua produk yang cocok di saya. Jadi memang harus sering baca review dan cari tahu lebih banyak sampai kamu merasa "klik" sama satu brand atau satu produk. Ini salah satu rahasia saya dalam memilih skincare. Yup, walaupun 1 produk di review saya beauty blogger favorit saya misalnya atau bahkan sama caroline hirons, tapi kalau saya belum merasa "klik", ya saya tidak akan coba. Selain itu, produk bisa berubah-ubah, yang penting step-stepnya. Setiap ada yang tanya tentang ini, saya pasti akan jawab, bukan masalah produk apa, tapi step-stepnya sudah benar atau belum.

Jadi, pleaseee jangan ada yang tanya pertanyaan begini lagi. hehe. Saya tidak keberatan koq ditanya dan berbagi info, tapi yang bertanya pun harus rajin cari tau. Dan saya akan lebih seneng menjawab kalau pertanyaannya lebih detil. Misalnya, sebutin skincare routine yang udah dilakukan, dan kasih tau masalah kulitnya, mungkin saya bisa bantu kasih saran perlu ditambah step apa atau justru ada step yang bisa dikurangin :)

Semoga skincare FAQ #1 ini bermanfaat ya. In shaa Allah nanti di skincare FAQ #2 saya akan lebih fokus ke pertanyaan-pertanyaan tentang tahapan skincare. Setuju gak? atau ada ide lain? tulis langsung di komen yaaa. Thank youuuuu

You Might Also Like

9 comments

  1. aku paling sering ditanyain point empat dan lima. di tunggu FAQ berikutnya :D

    www.reistilldoll.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada saran pertanyaan buat FAQ berikutnya? hehe

      Delete
  2. Mungkin karena banyak produk yg direview jadi pada bingung dan banyak tanya macam aku Fika hahahah *guilty* XD tapi bagus dibikin FAQ gini, jadi buat referensi pembaca blognya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha. iya mmba sandra. paham koq. aku dlu jg pas awal2 bingung. makanya start from basic aja dlu. hehe

      Delete
  3. 4. Bener gak sih pakai skincare itu bikin ketergantungan? Jangan-jangan nanti kalau sudah stop pakai produknya kulit wajah malah rusak. >> ini nih yang sering aku tanyain dan jadi pertimbangan aku untuk coba produk skin care terbaru. walaupun wajah ini tidak terlalu "bawel & posesip (dibaca: perawatannya murah)" tapi tetep aja kan ya mau punya wajah kinclong bersih putih segar. apalagi usia sudah kepala 3 :D

    khawatir juga kalo nyoba2 break out nya parah huhuhuhu pernah punya pengalaman nggak ngenakin sih ttg ini.

    Thanks sharingnya fika :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe. iya mba aie. wajar banget pertanyaan itu emang. Alhamdulillah aku blm pernah break out parah karena skincare. mgkn krn aku coba skincare jg gak langsung semua, dan dibaca bgt kira2 efeknya gimana ke kulit, plus klo berasa ga cocok lgsg stop, ga tunggu sampai breakout parah. hehe

      aku breakout parah selalu karena hormonal. huhu

      Delete
  4. Naaah fik afdhol deh ini klo ada FAQ kek gini hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe. biar gampang. ga jawab pertanyaan yang sama mulu. hahaha

      Delete
  5. share tentang step by step untuk apply skincare nya dong :D

    ReplyDelete

I really appreciate every single comment that you left in my blog..Do not hesitate to say anything..but, please use a proper word :)