Personal Life

TTC | Laparaskopi

Friday, May 13, 2016

Assalamualaikum,


Saya agak jarang nulis tentang hal yang personal di blog ini, terutama tentang usaha saya untuk memiliki keturunan atau trying to conceive (TTC). Tapi saya pernah share tentang keguguran yang saya alami di tahun 2014 dan juga catering sehat untuk yang lagi program hamil. Sebenarnya saya mau share lebih banyak tentang TTC, tapi kadang bingung harus mulai dari mana, terlebih lagi karena memang usahanya belum berhasil. 

Saya yakin banyak yang sudah lama menikah tapi belum juga dianugrahi keturunan sama Allah Subhanahu wa Ta'ala. Yang harus diingat kalian tidak sendirian dan percayalah Allah punya rencana terbaik buat kita. Dan kali ini saya mau share tentang operasi kecil yang saya lakukan akhir April lalu, yaitu laparaskopi. 

Sejujurnya saya awalnya ragu perlu share tentang ini atau tidak di blog. Karena bagaimanapun juga ini sifatnya sangat personal. Saat saya bertanya ke suami tentang ini, komentar awalnya nanti saja share di blognya kalau memang usaha kita sudah berhasil. Tapi saya berpikir lagi, saat memutuskan untuk laparaskopi, suami yang banyak googling tentang tindakan ini dan baca-baca pengalaman berbagai orang di blog (sebelum laparaskopi saya tidak mau baca apa-apa tentang ini karena takut ada yang bikin kepikiran dan jadi stress). Dan setelah laparaskopi saya pun banyak baca-baca blog untuk tau apakah efek yang saya rasakan saat itu normal atau tidak. Makanya saya memutuskan untuk share pengalaman laparaskopi di blog dengan harapan bisa membantu yang lagi mencari info tentang ini. Dan suamipun setuju. 



Yang mungkin banyak tidak tahu, bulan Oktober-November tahun lalu, saya dan suami mencoba inseminasi 2x dan gagal. Sejak itu kami belum ke dokter lagi karena fokus buat London trip di bulan Februari dan bulan Maret ada event IFW yang cukup menyita waktu dan pikiran. Setelah IFW selesai, kami pun mulai merencakan untuk program lagi. Kali ini kita mau cari dokter lain dan pilihan pun jatuh ke dr. Ivan Sini di Bunda International Clinic. Dokter Ivan ini sangat terkenal, tapi semua orang bilang antriannya panjang banget dan jadwal dokter Ivan tidak tentu karena beliau sibuk banget. Jadi kalau mau program sama beliau siap-siap di oper ke dokter lain kalau pas tindakan beliau tidak di Jakarta. hehe. Tapi saya dan suami tetap mikir mau coba konsultasi dulu saja ke dokter Ivan, paling tidak pengen tau aja apa rekomendasinya. Kebetulan dokter Ivan adalah dokter yang menangani operasi robotik sahabat saya, Lulu. Alhamdulillah operasinya lancar dan sekarang lulu lagi mulai program IVFnya (doakan berhasil yaaa).

Akhir Maret lalu untuk pertama kalinya saya dan suami kontrol ke Dokter Ivan. Dari beberapa dokter yang pernah kami temui, beliau yang paling informatif dan jelas saat menerangkan segala sesuatunya. Melihat dari hasil saat inseminasi akhir tahun lalu, Dokter Ivan mengatakan bahwa kondisi saya dan suami sebenarnya sama-sama optimal. Tidak ada masalah di telur ataupun sperma. Saat USG pun dokter ivan tidak menemukan kista atau miom, tapi beliau melihat ada endometriosis atau pelengketan sehingga bentuk rahim saya agak miring ke indung kanan. Sehingga beliau menyarankan untuk laparaskopi. Dokter Ivan bahkan cukup yakin setelah laparaskopi kemungkin saya hamil secara alami akan jauh lebih besar. 

Setelah ngobrol sama suami dan menimbang segala kemungkinan, kami pun memutuskan untuk mencoba laparaskopi bulan berikutnya. Dokter Ivan meyakinkan kalau walaupun laparaskopi itu operasi tapi sifatnya minimal invasif, jadi proses recoverynya cepat. Dan bekas lukanya pun hanya ada 3-4 sayatan kecil berukuran 2cm di perut. Bahkan katanya kalau diluar negeri tindakan ini termasuk one day care, jadi masuk pagi sore sudah bisa pulang. Tapi karena judulnya tetap operasi, suami tetap saja kepikiran dan seminggu sebelum jadwal laparaskopi kami pun konsul lagi ke dokter ivan agar lebih yakin. 

Persiapan sebelum laparaskopi

Saya dijadwalkan untuk laparaskopi pada Senin, 25 April 2016, pukul 6pagi. Tapi disarankan sudah ke RS Bunda pada hari minggunya di sore hari, sekitar jam4-5 sore. Dan Hari Sabtunya kami juga ke RS Bunda bertemu dokter anastesi untuk dibacakan hasil tes darah saya dan ditanya histori alergi saya. Alhamdulillah hasil tes darahnya bagus, tidak ada masalah. 

Selain itu sehari sebelum operasi, yaitu di hari Minggu, saya tidak diperbolehkan makan yang keras-keras dan yang berserat. Jadi seharian saya cuma boleh makan nasi lembek/bubur dengan kecap dan telur. Kalau lapar tidak boleh ngemil buah, tapi boleh roti tawar atau regal. Saya pun diharuskan untuk minum air putih yang banyak untuk persiapan operasi. Hari Minggu jam5 sore saya dan suami sudah check in (berasa hotel :p) di RSIA Bunda. Kami ambil kamar kelas utama yang sendirian agar suami bisa ikut menginap. 

Agak berasa aneh di rumah sakit tapi gak ngapa-ngapain karena belum pasang infus juga. Jadi cuma di cek tensi dll, terus disuruh puasa dari jam10 malam. Jam12 malam suster ke ruangan untuk ngasih obat pencahar (cairan yang dimasukkan lewat anus). Asli yaa itu begitu abis dimasukin cairannya perut langsung bergejolak. Padahal harusnya ditunggu sampai 15 menit dulu baru ke toilet biar bukan obatnya lagi yang keluar, tapi baru 5menit saya sudah tidak tahan dan langsung ke toilet. haha.

Proses Laparaskopi Sampai Diizinkan Pulang

Jam setengah 5 pagi saya sudah disuruh bangun dan siap-siap. Sebelum turun ke lantai operasi, ada tes alergi antibiotik dulu dengan cara disuntik. Itu perihnya minta ampuuunnn. Baru pertama kalinya saya suntik alergi dan shock karena seperih itu. haha. Setelah itu saya dan suami turun ke ruang operasi dan mulai persiapan. Sampai dibawah, belum langsung operasi, karena masih harus menunggu, jadi saya disuruh berbaring dulu sambil mulai dipasang infus. Sekitar jam 6.30 dokter ivan datang. Beberapa menit kemudian saya pun disuruh masuk ke ruang operasi. Asli deg-degan, saya cuma bisa istighfar dan dzikir aja. Saya disuruh berbaring, lalu di paha saya dipasang sesuatu yang saya tidak tahu apa yang jelas rasanya dingin, dan di dada ditempel yang buat cek detak jantung sepertinya. Lalu ada dokter anastesi yang bilang mau menyuntikkan bius, setelah itu saya sudah tidak ingat apa-apa lagi.

Yang saya ingat saya sudah diruang pemulihan dan rasanya gerah karena ternyata dikasih selimut sauna gitu. Dan tenggorokan rasanya kering banget, sampai susah keluarin suara. Seinget saya pertama kali sadar sekitar jam setengah 11. Tapi ya masih ngantuk-ngantuk, jadi kalau pejamin mata langsung tidur lagi. Sampai jam3 saya masih di ruang pemulihan karena menunggu dokter jaga untuk cek apakah sudah ada pergerakan di usus atau belum. Biasanya setelah operasi harus menunggu kentut dulu baru boleh makan minum, tapi kalau laparaskopi katanya tidak perlu menunggu kentut, tapi dilihat dari gerakan usus. Sayangnya saat dicek jam3, ususnya masih belum ada gerakan sehingga saya belum boleh minum apalagi makan, padahal tenggorokan sudah kering banget dan terakhir makan adalah jam10 malam. Tapi saya sudah boleh balik ke kamar dan nanti jam5 akan di cek lagi pergerakan ususnya.

Saat operasi kan dipasang kateter dan kalau sama dokter ivan, setelah operasi kateter sudah bisa langsung dicabut, karena menurut beliau setelah laparaskopi harus mulai dibiasain gerak dan aktivitas. Tapi ada juga dokter yang baru mau lepas kateter sampai 24jam kemudian. Jadi saat saya ke kamar kateter sudah dilepas dan kalau saya ingin buang air kecil ya saya harus jalan ke toiletnya. 

Jam5 sore dokter jaga masuk ke ruangan lagi untuk cek pergerakan usus dan ternyata masih lemah. Jadinya saya belum boleh minum langsung banyak, tapi kayak dipancing 1 sendok makan dulu aja secara berkala. Dan jam9 malam saya baru boleh makan dan itupun masih bubur aja. Belum boleh yang lain-lain. 

H+1 Laparaskopi alhamdulillah saya tidak merasa pusing atau mual berlebih, rasa nyeri pun masih normal. Dan hari itu saya sudah boleh pulang, hanya perlu menunggu dokter ivan visit untuk kasih tau bagaimana proses laparaskopinya dan kapan harus kontrol lagi. Sekitar jam1 siang dokter ivan baru visit pas waktu ada lulu juga lagi jenguk. Dokter Ivan bilang pelengketannya cukup banyak, tapi alhamdulillah belum sampai jadi kista atau miom. Pelengketan ini akibat darah mens yang tidak bersih keluarnya. Jadi pasti ada kemungkinan balik lagi pelengketannya. Makanya obatnya cuma 1 yaitu harus hamil, agar tidak mens sampai 9bulan jadi tidak memicu pelengketan balik lagi. Setelah dokter ivan visit, saya diperbolehkan pulang dan mulai aktivitas seperti biasa, lalu 2minggu lagi kontrol ke dokter ivan. 

Yang Dirasakan Setelah Laparaskopi

Ini adalah masa-masa dimana saya banyak googling dan baca pengalaman laparaskopi orang-orang. Soalnya 2hari dirumah sakit, darah yang keluar tidak terlalu banyak, tapi pas sampai rumah banyak sekali dan pembalut penuh terus. Tapi suster memang bilang kalau seminggu setelah laparaskopi darah masih ada kemungkinan untuk keluar. Jadi, saya masih agak tenang walaupun selama 2-3hari darahnya cukup banyak.

Masalah lainnya adalah walaupun sehari setelah laparaskopi saya sudah bisa kentut tapi sampai hari kamis saya masih belum bisa buang air besar. Jadilah saya perbanyak makan buah dan susu. Ada teman yang bilang saat buang air besar pertama setelah laparaskopi akan sakit banget, bahkan dia baru bisa buang air besar seminggu setelahnya. Tapi sebelum pulang dari RS, suster bilang kalau sampai 3hari belum bisa buang air besar juga saya harus ke UGD. Alhamdulillah hari Jumat pagi berhasil buang air besar dan tidak sakit. Salahnya saya setelah itu saya jadi jarang makan buah dan sayur, sehingga kembali susah buang air besar. Yang ada hari minggu perut saya sakit tapi *maaf* kotoran yang mau keluar agak keras sehingga sakitnya minta ampun. Belum pernah saya mau buang air besar sampai sesakit itu. Dari pagi mau buang air tapi baru berhasil habis maghrib. Jadi itu seharian saya cuma bisa meringkuk kesakitan dan oles-oleh minyak kayu putih sambil maksain banyak minum air hangat serta makan pepaya. Ini pelajaran banget deh. Saya memang bukan termasuk yang setiap pagi bisa buang air, dari kecil saya buang airnya bisa 2-3hari sekali. Tapi baru ngerasain yang sakitnya separah itu. Jadi buat yang baru selesai laparaskopi, banyak-banyaklah makan pepaya dan minum air hangat.

Selain itu, berhubung jadwal kontrol sama dokter ivan masih 2minggu setelah laparaskopi, saya masih agak ragu untuk mandi, takut perbannya merembes. Karena dari pengalaman beberapa teman ada yang langsung mandi dan keramas, ternyata rembes dan jadi ada nanah dijahitannya. Jadi lah selama seminggu abis laparaskopi saya cuma 'mandi' pakai waslap dan cuci rambut aja. Padahal sebenarnya plesternya sudah pakai yang anti air dan kalaupun rembes bisa langsung dibawa ke UGD untuk ganti perban. Tapi daripada gimana-gimana, saya milih yang aman aja deh. Yang penting badan gak mau karena tetap pakai waslap dan sabun. haha. Saya sempat 2x ganti perban di UGB RS Bunda karena plesternya ada yang mau lepas. Yang pertama cuma ganti 1 perban yaitu di Hari Sabtu, yang kedua Hari Selasa ganti 3perban lainnya (saat laparaskopi ada 4 titik yang disayat dari perut). Setelah semua perban diganti, saya baru berani mandi dan itupun buru-buru biar perbannya gak kelamaan kena air. haha

Pas 2minggu setelah laparaskopi saya kontrol ke dokter Ivan. Alhamdulillah lukanya sudah kering dan perban sudah bisa dilepas. Tadinya dokter menyarankan saya untuk suntik tapros selama 3 bulan agar tidak mens karena pelengketan yang diangkat saat laparaskopi cukup banyak. Tapi saya bertanya kalau tidak pakai tapros dan langsung program boleh atau tidak, karena kalau harus suntik tapros berarti program hamilnya harus diundur 3bulan dan efek suntik tapros katanya tidak enak, badan gerah, ngilu, mood swing banget. haha. Dan akhirnya dokter ivan setuju saya tidak perlu tapros dan bisa langsung coba program hamil secara alami dulu. Nanti setelah lebaran kalau belum hamil, baru disarankan coba inseminasi lagi. O iya, sebenarnya dokter ivan memang jarang suntik tapros untuk yang laparaskopi, tapi karena kondisi pelengketan saya yang cukup banyak, dokter ivan khawatir akan cepat kembali lagi. Tapi mengingat setiap mens saya tidak terlalu sakit dan memang setelah ini mau langsung program jadi beliau pun setuju tidak perlu tapros. Doain yaa mudah-mudahan cepet hamil :)

Yang jelas, di saya proses recoverynya cukup cepat. 5hari setelah laparaskopi saja saya sudah jalan ke Mall untuk nonton AADC2. haha. O iya, satu hal lagi, mens pertama setelah laparaskopi agak cukup banyak darah yang keluar. Dalam 1 hari saya bisa ganti 5-6pembalut, padahal biasanya hanya 3x ganti. Dan itu berlangsung sampai 3hari. Tapi ada juga teman saya yang setelah laparaskopi mens pertamanya justru sedikit-sedikit.

Dan saya bersyukur banget selama proses laparaskopi sampai recovery, suami bener-bener ekstra perhatian dan sabar banget. Saya bahkan sampai amazed karena suami bisa telaten banget ngerawat istrinya, mulai dari suapin makan, potong-potongin buah, sampai bantuin waslap. Terima kasih suamiku :*. Saya yakin banget, kalau kami mendapat kesempatan jadi orang tua, suami pasti menjadi ayah yang hebat untuk anak-anak.


Jadi panjang banget yaa postingannya. Tapi memang saya ingin share agak detil tentang proses laparaskopi ini. Semoga bermanfaat yaa. Kalau ada yang mau tanya-tanya bisa langsung email ke saya aja yaaa. In shaa Allah dibalas. Kalau mau nanya dikomen pun boleh banget :)

You Might Also Like

68 comments

  1. Bismillah Fika. Yg penting selalu happy dan semangat. Didoain insya Allah yg terbaik untuk Fika dan suami :* :* :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin. makasii dini.. kamu lancar2 laa hamil sampai lahirannya :)

      Delete
  2. Selamat malam mba. Salam kenal.
    Aku seneng baca blognya mba .kebetulan bahas program hamil. 6 bulan terakhir ini 2 org sppu saya jg lg program yg satu dia sudh punya anak dan skrng program anak ke2 sering keguguran karena ada nya pengentalan darah jd harus setiap bulan bolak balik surbaya banjarmasin untuk cek up. Dan setiap hari harus suntik diperut agar bayi nya tetap bisa makan. Dan yg satu lagi program jg bulan ini keputusan harus tindakan atau dia secara alami. Baca blog nya mba saya jd keinget aja dan pngen share jg. Semoga kalian diberi jalan yang tebaik oleh Allah dan ikhtiarnya cepat dijawab sama Allah 😉.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah share juga :) semoga sepupumu juga lancar2 promilnya yaaa

      Delete
  3. Fikaaa... Amiiin allahumma amiinn semoga ramadhan thn ini membawa berkah yaaa utk lo sekeluarga spy ramadhan thn depan udh ada anggota keluarga baruu fika dan ka delon junior hihi :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin. doaiiinnn taaal. Semoga berkah ramadhan tahun ini bisa hamil yaa. hehe

      Delete
  4. Baca ini jd inget masa2 aku usaha hamil... Ttp semangat ya Fika, kalau udah waktunya insha Allah akan diberikan kemudahan hamil :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Iyaa, saya percaya Allah pasti punya rencana dan waktu terbaik buat saya :)

      Delete
  5. good luck yaa fika, pokoknya nikmatin aja prosesnya.. bismillah untuk sesuatu yg indah.. rasanya mimpi punya anak itu melebih punya mimpi mau jadi apa yaa kecil dulu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa luu. Nikmatin semua prosesnya yaa. In shaa Allah ini yang terbaik buat kita. Disuruh berjuang ekstra biar nanti jadi lebih bersyukur pas sudah hamil dan punya anaknya. Mudah2an dilancarkan semua usaha kita yaa. aamiin :)

      Delete
  6. Kak Fikaaa tetap semangat yaaa! Bismillah, semoga ikhtiar kak Fika & suami setelah operasi bisa berhasil :D

    ReplyDelete
  7. Assalamualaikum Fika...

    Salam kenal.
    Mau tanya kamu program dimana?
    Aku pun abis laparoscopy ditahun 2013. Dan sempat hamil setelah 2bulan pasca operasi. Tp janinnya tidak berkembang (januari 2014)

    Dan skrg mau coba program hamil lg.
    Saling mendoakan ya.. Semoga Allah memberikan kepercayaanNya utk kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam, seperti yang sudah disebut di postingannya, saya program di BIC sama dokter ivan. semoga dilancarkan yaa program hamil kamu :)

      Delete
  8. Insya Allah semua indah pada waktunya ya Fika. Semoga segera diberi hadiah yg ditunggu2..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Makasiii buyuu. kamupun sehat-sehat selalu yaa kehamilannya :)

      Delete
  9. Semoga berhasil ya mba programnya :)

    ReplyDelete
  10. Assalamualaikum wr.wb. mba fika, nama saya novi. Salam kenal. Saya seneeng banget, baca blog nya mba fika. Saya juga dulu sebelum menunggu lama untuk hamil, sempat laparoskopi dulu untuk mengangkat kista endometriosis. Baca cerita ini jd bikin inget masa2 perjuangan dulu. Terima kasih mba fika, untuk selalu menginspirasi. Semoga mba fika cepat pulih, dan dimudahkan program hamilnya, diberikan yg terbaik sama Allah SWT amiin.. ya rabbal alamin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam. Haii novi. Saya gak menginspirasi, cuma sharing-sharing aja ini. hehe. Terima kasih untuk doanya yaa :)

      Delete
  11. hai mba, salam kenal aku ika. aku ga tau tetiba iseng main kemari dari grup line sociolla blogger. salut sama usahanya, semoga mba dan suami segera diberkahi momongan. umm.. mba mau coba cara makan dengan metode food combining ga, mungkin bisa membantu. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo ika. Terima kasih doanya yaa. Food combining emang katanya bagus yaa. tapi aku susah nih kalau makan nasi sama sayur doank. gak gtu suka sayur soalnya. jadi harus dipaksa2. haha

      Delete
  12. Subhanallah.. Alhamdulillah... semoga programnya lancar kak.. semoga semakin sehat walafiat... semoga setelah ini sama Allah dikasih kepercayaan dan kesehatan utk segera hamil.
    Inspired banget nih ceritanya... aku semakin jleebbb, secara aku yang baru 6 bln nikah udah rempong pengen hamil. Semoga kita segera diberi momongan ya kak... aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Terima kasih doanya yaa. Semoga kamu juga bisa segera hamil yaa :)

      Delete
  13. Semangak Kak Fika, semoga Allah berikan kekuatan, lancar, aman, sehat, sempurna, barokah dan semoga segera diberikan kepercayaan menjadi orang tua.. aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Iyaa semangat terus koq ini. hehe. Makasih doanya yaa :)

      Delete
  14. Alhamdulillah..semoga segera diberi momongan ya Ka Fikaa :)

    ReplyDelete
  15. Selama ini jadi silent reader aja, walaupun udah beberapa kali interaksi di grup sociolla. Semoga ikhtiarnya dilancarkan dan diberikan tg terbaik oleh Allah swt ya Mbak Fika dan suami :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasii doanya puutt. Dan makasiih juga udah mampir2 ke blog akuuu

      Delete
  16. semoga Allah mudahkan segala prosesnya ka fika insya Allah segera hamil.. makasih ilmunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. ini bukan berbagi ilmu lho, cuma berbagi cerita. hehe

      Delete
  17. Fika, semoga Allah memudahkan usaha kalian yaa :) Salut sama kak Delon perhatian banget sama istrinya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Iyaa alhamdulillah tiaa dapat suami yang super perhatian :D

      Delete
  18. Mbak Fika agak gendutan yaa, pipinya tumpah hehhehehe :P Aku yang belum nikah aja jadi tau dan agak-agak serem gitu diceritain ttg laparaskopi ini, tapi namanya juga usaha kan gpp mbak kl mau sharing, biar yang udah nikah ataupun yang belum nikah jadi tau dan dpt info dari mbak :)

    Mbak Fikaaaa semoga disegerakan yaa utk punya keturunan :) doain aku juga semoga disegerakan bertemu jodohnya, aamiin (eh malah curhat hahahha)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Difoto ini baru 24jam abis operasi yang mana kerjaannya tidur aja. jadi mukanya makin bengep dan bengkak sih. haha

      smg kamu segera bertemu jodoh ya :)

      Delete
  19. Fikaaa, terharu perjuangannya. semangat dan sehat terus, ya :)

    ReplyDelete
  20. Salut mba vika hebat... Ya Allah semoga cepat dikasih rejeki hamil... Aamiin .. aku aja baru nikah 5 bulan tapi belum juga dikasih rejeki hamil udah galau ga karuan... Bismillah ya mba... segala ikhtiar melalui usaha dan doa mba vika serta suami cepat terwujud... Ya semoga dapet berkah ramadhan... Dan terima kasih sudah berbagi cerita operasi di atas... akan sangat membantu jika ada yang mengalami... Peluk... ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Semoga yaa berkah ramadhan tahun ini hamil . hehe.

      Delete
  21. semoga promil nya sukses yah mba... :)

    ReplyDelete
  22. Baca blog ini jadi inget sama sepupu yg lg program hamil juga (tapi sepupu belum rejekinya)...
    Buat mba fika semoga usaha utk dapetin momongan dilancarkan ya.. Always positive thinking ya mba 😊😊😊

    ReplyDelete
  23. Jd inget lg pas dl laparotomi des 2013 dan laparoscopy kista endometriosis oktober 2015 lalu.
    Taproa 2x sbelum dan 3x sesudah memang rasanya ga enak bgt mba.
    Skrg blm juga diberi momongan.
    Sabar dan selalu sabar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga dimudahkan prosesnya ya mba. memang masalah ini diuji banget kesabarannya. temen saya juga banyak yang sudah laparaskopi dan laparatomi tapi belum diberi momongan. yang penting kan kita sudah berusaha semaksimal mungkin. selebihnya cuma bisa pasrah sama ketentuan Allah :)

      Delete
  24. hai Fika..
    sudah lama nggak buka blog, langsung tjuss di marih.
    Jadi inget saat-saat agak lama hamil juga ini.

    Mau share aja :D Bantu pake sedekah juga, ya Fika. Tiap sedekah diniatin supaya bisa hamil. Itu yang gue lakukan saat masa-masa penantian. Kalaupun masih menunggu, insyaa Alloh banyak manfaat di sisi lainnya. Jangan lupa, rejeki bukan hanya soal anak :)

    Mwehehehe jadi ceramah ala mamah dedeh.
    Enjoy the process, Fika.
    Banyak yang ngedoain. Insyaa Aaloh dari salah satu mulut itu ada yang terkabul. Good luck :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasiiii sharenyaa. reminder lagi nih buat aku. karena sebenarnya udah tau tapi prakteknya suka lupa. hehe

      Delete
  25. Fika, tes alergi yg sakit bgt itu suntik yg dibawah kulit ya? :(
    Semangat selalu Fika..inshaAllah rezeki kita hamil alami tahun ini ya aamiin yarabbalalamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kayaknya itu mba wit. yang jelas periihhhhhh. pediiisss. hahaha
      aamiin. semoga rejeki kita ditahun ini yaa :)

      Delete
  26. Fikaa.. semoga berujung indah ikhtiarnya ya say, semoga doa-doa yang dihaturkan, usaha yang digerakkan. menjadi harapan yang terwujud.
    Tetap semangat.

    ReplyDelete
  27. Good luck ya ka fika. Semoga cepet hamil. Semoga di bulan yang berkah ini doanya di ijabah sama Allah. Jangan patah semangat :)

    yozora94.blogspot.com

    ReplyDelete
  28. Assalamualaikum mba fika.. Semangat yaaaa.. Inshaa Allah doanya untuk punya momongan segera diijabah Allah. Aamiin.
    Saya juga menunggu 4 tahun untuk memiliki momongan. Pada saat kita pasrah sama kehendak Allah, inshaa Allah pada saat itulah Allah memberi.. Sekarang saya sedang hamil anak ke 3.setelah penantian panjang.. Sekarang malah hamil melulu.. Alhamdulillah..

    Semangat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masha Allah hamil anak ke 3. semoga saya bisa menyusul yaa :)

      Delete
  29. Kaak terharu banget baca blognya,, aku bantu yang kenceng supaya programnya berhasil yaa kak.. Banyak-banyak istigfar juga biar doanya cepet diijabah sama Allah (kata pak ustad),, waktu itu baca ceritanya kak alodita, kak lulu,, terus kak fika aku salut bangett (moga berhasil ya Allah!) Salam dari Melbourne

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasiii banyaak doanya. Semoga diijabah yaaa :)

      Delete
  30. Semoga segera diberi rejeki amanah putra/putri lucu ya Fika. Hampir sama dgn komen terakhir di atas, aku dan suami sempet nunggu 3 thn sampai akhirnya ketemu anak no 1. Skrg abangnya blom setahun, alhamdulillah udh isi lagi. Semoga semua lancaar dan dimudahkan utk kita, karena sungguh...betul setelah lewatin kemarin, kerasa betul bahwa rejeki anak in syaa Allah datang di timing yang sangat tepat. Bersiaplah menyambutnya dengan khusnudzon dan hati yg bahagia :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. doain terus ya taam. sekarang kamu hamil lagi? masha Allah. sehat2 terus yaaaaa

      Delete
  31. hai, salam knal yaaa... sama2 sbagai penanti rejeki anak, 😊😊 smangat nularin ke saya mdh2an...
    udh sempet bbrp kali ganti dokter dan udh staun ini absen dlu dr dunia perdokteran.. lg kepikiran mau ivf tp msh nimbang2 😞

    oiya mau tanya sblm ambil keputsan utk lapa, sempet cek hsg gak? sy smpt cek hsg tp gak dpt penjelasan yg informatif dr dokterny jd bingung 😅

    tetep smangat berusaha yaaa ☺️☺️☺️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai sita, salam kenal juga :)

      Saya sudah pernah hsg dari tahun 2012 dan saat itu hasilnya tuba paten dan tidak ada sumbatan sih. Soalnya hsg kalau tidak salah emang cuma untuk ngecek saluran telurnya tersumbat atau tidak.

      Semangat buat programnyaa :)

      Delete
  32. Saya juga habis laparaskopi dan kuret awal mei lalu, setelah itu disuntik endorlin 3x. Dan hari ini, hari pertama haid saya setelah suntik endorlin. Mba fika nggak suntik tapros ya? Mudah2an qta bisa segera diberi kepercayaan untuk hamil ya mba di tahun ini..
    Salam kenal mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya aku gak suntik tapros. tadinya dokternya saranin tapi aku tanya klo gak, gpp gak. dokter bilang gpp. Aamiin. smoga rejeki kita tahun ini untuk hamil yaa :)

      Delete
  33. Assalamualaikum Mba.
    Terima kasih sharingnya.
    Aku terharu baca perjuangannya.
    Semoga Allah memudahkan Mbak untuk segera hamil Aamiin.
    Semangat terus pokoknya Mba kita sbg pembaca blog mendoakan yg terbaik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin. terima kasih banyak mba untuk doanya :)

      Delete
  34. Aaahhh.. Aku baru baca ini.. Semlet ngikutin di ig sih, tp ya gitu aja. Kebetulan kakak aku juga lagi ttc, jadi ngeliat juga perjuangan dia. InshaaAllah dirimu dan suami diberikan rezeki untuk segera memiliki keturunan secepatnya yaa.. Aamiin.

    ReplyDelete

I really appreciate every single comment that you left in my blog..Do not hesitate to say anything..but, please use a proper word :)