Fashion

Inspirasi Profesi: Dari Wartawan Ke Pebisnis

Friday, March 20, 2015

Assalamualaikum,

Di bulan Maret, Indonesian Hijab Blogger (IHB) mengadakan blog post challenge yang temanya "Inspirasi Profesi". Saya sebenarnya sudah lama ingin menulis tentang hal ini tapi selalu belum menemukan waktu yang tepat. Dan saya rasa saat ini adalah waktu yang tepat untuk saya berbagi cerita. So, here it is. And I think it's gonna be a long post, so happy reading. 


Kalau ngomongin profesi saya saat ini sebenarnya bisa dibilang tidak ada kaitannya dengan jurusan yang saya ambil pada saat kuliah. Tapi sebelum menggeluti profesi saat ini, saya pernah menjalani profesi yang lebih sesuai dengan kuliah saya. hehe. Saya pernah kuliah di 2 tempat di waktu yang bisa dibilang hampir bersamaan, yaitu di D3 Penyiaran dan S1 Hubungan Internasional (HI) di Universitas Indonesia. Saya sangat menikmati kuliah saya di Penyiaran dan itu jugalah yang membuat saya ingin sekali menjadi wartawan, atau dulu saat masih kuliah sih pengennya Pembaca Berita. hehe. Makanya ketika tahun berikutnya saya diterima di jurusan HI, saya tetap melanjutkan kuliah yang Penyiaran. Kuliah di HI sama sekali tidak membuat saya ingin menjadi diplomat. 

Keinginan saya saat kuliah sudah jelas, lulus kuliah saya ingin apply kerja di TV swasta sebagai Pembaca Berita. Tapi walaupun begitu, sejak SMA saya ingin suatu saat nanti saya bisa punya usaha sendiri. Saya pun pernah menyewakan komik dan novel saya ke teman sekolah, berjualan pulsa, sampai akhirnya di tahun 2008 saya mulai buka online shop di Friendster. Tapi bagian ini kita lanjutkan nanti, sekarang balik dulu ke cerita menjadi Pembaca Berita. hehe


MENJADI WARTAWAN

Setelah lulus kuliah dari HI, saya pun mulai apply menjadi Pembaca Berita di beberapa stasiun TV. Namun, saya juga apply untuk menjadi wartawan di salah satu harian nasional yang cukup terkenal, sebut saja Koran TEMPO. Alhamdulillah setelah melalui tes yang sampai 8 tahapan (udah kayak tes cpns) akhirnya saya diterima sebagai Calon Reporter (carep) dengan masa probation 1 tahun. Dan setelah menjalani profesi sebagai wartawan media cetak saya malah tidak mempunyai keinginan lagi untuk menjadi wartawan ataupun Pembaca Berita di televisi.
Pada saat menjadi wartawan dan ini "nongkrong"nya di Kamar Mayat RSCM. haha
Saya cukup menikmati profesi sebagai wartawan selama sekitar 10bulan sebelum akhirnya saya memutuskan untuk resign karena mau menikah. Saya cukup menikmati pekerjaan saya sebagai wartawan. Ada keseruan sendiri saat harus mengejar narasumber dan mengetik berita. Harus berpanas-panasan naik ojek, bis kota. Pokoknya benar-benar pengalaman berharga dan tidak bisa saya lupakan. 

Lalu pertanyaannya, kalau saya suka dengan profesi wartawan, kenapa saya malah resign? Alasan utamanya karena saya akan menikah. Saya resmi resign 10 hari sebelum hari pernikahan. Suami sebenarnya memang agak kurang setuju kalau saya terus menjadi wartawan, tapi sebenarnya kalau saya masih mau ya tetap diizinkan. Hanya saja, sayanya yang sadar diri. Kerjaan sebagai wartawan kadang tidak kenal waktu, bisa sampai tengah malam saya masih liputan atau di hari libur saya harus bekerja. Jadi rasanya, buat saya pribadi, profesi ini kurang cocok ketika saya sudah bersuami. Apalagi, saya merasa tidak ada yang perlu saya kejar, karena memang prinsip saya keluarga adalah nomor satu. 


USAHA ONLINE SHOP

Setelah menikah, saya pun meminta izin sama suami untuk punya usaha kecil-kecilan, meneruskan bisnis online shop yang dulu pernah saya jalanin saat kuliah namun berhenti ketika saya menjadi wartawan. Dan alhamdulillah suami mengizinkan karena kasian juga kali ya lihat saya dirumah tidak ada kegiatan. hehe. 

Ngomongin soal bisnis online shop, sebelum punya brand sendiri seperti sekarang, saya pernah punya 4 online shop di friendster dan facebook. Pertama kali saya bikin online shop namanya Posh Boutique di friendster untuk menjual berbagai aksesoris seperti gelang, cincin, kacamata yang barang-barangnya saya cari dari tanah abang, mangga dua, sampai asemka. Setelah itu, friendster mulai sepi karena ada Facebook, saya pun membuat akun olshop baru Nably ByFika yang menjual baju-baju vintage atau bekas import. Dulu ini lagi happening banget dan para fashion blogger pun banyak yang suka ke thrifted market untuk berburu. Dan saat itu saya huntingnya di pasar baru dan pasar senen. Baju yang dibeli harganya 10.000-30.000 lalu dicuci bersih dan dijual lagi dengan harga 50.000-80.000. Alhamdulillah hasilnya lumayan banget untuk nambah-nambah uang jajan. Setelah itu saya buat olshop lain lagi namanya Casedgy yang menjual baju-baju baru dan ada sepatu juga. Tapi olshop terakhir ini tidak bertahan lama karena saat itu saya keburu udah sibuk dengan skripsi dan les jahit di Bunka School of Fashion. Olshop terakhir yang saya punya adalah setelah saya menikah dan berhijab, yaitu Nably Covered di tahun 2010. Di olshop terakhir ini lah saya pertama kalinya masuk ke pasar baju muslim. 

Alhamdulillah karena Nably Covered juga saya jadi punya modal awal untuk mendirikan brand sendiri yaitu House of Nabilia, yang saat ini bisa dibilang menjadi bisnis keluarga, karena saya, adik, suami, bahkan mama ikut punya peranan penting dalam perkembangan bisnis ini. 

BISNIS BAJU MUSLIM HOUSE OF NABILIA

Setelah berjualan di Nably Covered selama hampir 1 tahun, di tahun 2011 saya pun mulai mendapat jalan untuk membuat brand sendiri, Nabilia, dengan berkolaborasi dengan adik saya, Nabila. Saat itu Nabil sedang di semester akhir kuliahnya di Sastra Prancis UI. Dan Nabil lah yang lebih mengerti tentang fashion. Sedangkan saya sebenarnya lebih suka ke sisi marketing bisnisnya walaupun saya juga ikut serta dalam hal design.

Seiring dengan diterimanya Nabilia di pasar muslim Indonesia, usahapun makin berkembang. Saya dan Nabil tidak bisa menghandle semuanya berdua. Oleh karenanya suami yang tadinya hanya support dari belakang layar, akhirnya mulai ikut dalam hal membuat business plan jangka panjang agar usaha ini semakin berkembang dan bisa bertahan. Mama juga ikut mensupport dalam menyediakan lokasi untuk workshop dan kantor. Sampai saat ini alhamdulillah kami juga sudah mempunyai beberapa karyawan dan tim manajemen House of Nabilia. Dan di tahun 2015 ini kami pun melakukan rebranding dan menambah brand baru dibawah House of Nabilia.

Walaupun sebenarnya profesi saya lebih ke Designer, tapi dari judul postingan ini saya menyebut profesi saya saat ini adalah Pebisnis. Entah kenapa memang saya merasa belum pantas menyebut diri sendiri Designer. Dari segi background pendidikan sebenarnya saya juga pernah les jahit dan pola dasar di Bunka, jadi cukup mengerti lah tentang design dan pola. hehe. Tapi mungkin karena saya sendiri memang lebih suka dengan sisi bisnisnya dibanding designnya, berbeda sekali dengan adik saya. Selain itu, saya dan suami juga bercita-cita mau punya banyak cabang bisnis lainnya. Semoga bisa tercapai. Apalagi profesi paling baik dan in shaa Allah paling berkah dalam Islam kan berdagang. Asal dilakukan dengan cara-cara yang halal dan jujur serta amanah :)
Partner bisnis dan pasangan hidup di dunia akhirat. Aamiin
Nah, gimana dengan inspirasi profesi kamu? Yuk ikutan blog post challenge dan share isnpirasi profesimu. Jangan lupa baca syarat dan ketentuannya di blog IHB dlu yaaa :)

You Might Also Like

4 comments

  1. Aah Fika,,jad mengingatkan kalo aku juga belum posting tentang Inspirasi Profesi. Nice Sharing Fika :)

    ReplyDelete
  2. Perjalanannya panjang juga ternyata ya Kak Fika. Nice story... Semoga Nabilia segera bercabang di kota besar lain di Indonesia ya, amiin ;)

    ReplyDelete
  3. Hmmm, emang ya kak, saat ini aku pun mulai mikir mikir untuk jadi reporter, seneng sih ngeliputnya sekarang sambil selingan kegiatan di kampus, tapi untuk jadi profesi (?) Mungkin editor atau content writer lebih kalem. Tapi keren kak, udah lolos carep TEMPO, katanya susah ya masuknya hehehe. Kapan kapan cerita kak, tentang susah-senengnya jadi pengusaha gimana sih? *malah request* 😄

    ReplyDelete
  4. Hahahahaaa.. aku juga pernah ngerasain jadi buser, fika.
    Sesuatu banget yaaahh pada saat ituuu.
    Sekarang stay di rumah aja jadi blogger :D

    ReplyDelete

I really appreciate every single comment that you left in my blog..Do not hesitate to say anything..but, please use a proper word :)