Personal Life

Kebahagiaan Yang Tertunda

Friday, March 28, 2014

Dalam setiap pernikahan, satu hal yang umumnya selalu dinantikan adalah hadirnya keturunan. Hampir semua pasangan suami istri pasti menginginkan hadirnya anak dalam kehidupan mereka, termasuk saya dan suami. Kami menikah pada Desember 2010 dan hingga saat ini kami masih sabar menanti hadirnya buah hati yang sehat, lucu, ganteng/cantik, dan tentunya shalih/a :')

18 februari 2014 adalah salah satu momen yang sangat membahagiakan dalam hidup saya. Untuk pertama kalinya saya melihat 2 garis merah di test pack. Kalau berdasarkan aplikasi Period Diary di iphone, saat itu haid saya sudah telat 6hari. Siklus saya 28hari dan biasanya sangat teratur. Suamipun sangat terharu saat saya memperlihatkan 2 garis di test pack saat ia pulang dari kantor, bahkan suami langsung membeli lagi 2 test pack lainnya untuk lebih meyakinkan. Haha. Hasil di 2 test pack lainnya pun sama, ada 2 garis merah :') we're sooo happy and can't wait to see the doctor to make sure the pregnancy.



Keesokan harinya saya pun langsung ke RS didekat rumah untuk cek awal. Ternyata saat bertemu dokter, yang ada justru kecewa, karena dokternya bilang ini saya baru terlambat 2 hari, jadi pasti belum terlihat apa-apa. Jadi dia menyuruh saya kembali 2minggu lagi. Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk pindah ke dokter lain untuk cek awal dan menunggu seminggu.

27 Februari 2014 kami pun ke dokter Anggia Melanie Lubis di BIC Menteng (masih 1 grup dengan RSIA Bunda), saat diperiksa dokter mengatakan saya benar hamil dan didalam rahim, tapi janinnya belum terlihat, baru ada kantong kehamilan dan dari ukurannya sekitar 6minggu. Kami disuruh kembali untuk kontrol 2minggu lagi. Tentu perasaan sangat senang dan sejak saat itu saya lebih menjaga makan, lebih banyak beristirahat. Saya juga mulai berani mengumumkan berita bahagia ini di path yang memang isinya hanya teman-teman terdekat dan keluarga saja.

Selama kehamilan, saya tidak merasa mual atau muntah yang berlebihan, hanya eneg2 sedikit saja. Hal tersebut sempat membuat saya agak khawatir karena dari yang saya baca, mual dan muntah itu justru baik dan menunjukkan kalau janinnya berkembang. Tapi, saya juga tidak mau terlalu memikirkannya dan berharap kehamilan saya 'hamil kebo' jadi memang tidak terlalu mual&muntah, karena beberapa teman juga ada yang seperti ini, santai selama hamil.

Kekhawatiran mulai menjadi ketika saya kontrol untuk kedua kalinya pada 15 Maret 2014. Seharusnya saat itu kehamilan saya berusia 8minggu, janin sudah terlihat dan berdetak. Tetapi, saat itu janin belum terlihat dan kantong kehamilan saya hanya berukuran 7minggu. Dokter pun mengatakan kehamilan saya sepertinya tidak terlalu bagus dan diperkirakan mengalami blighted ovum atau yang lebih dikenal dengan hamil kosong. Kalau dalam maksimal 2minggu lagi janinnya belum muncul berarti harus dibersihkan. Langsung rasanya lemas dan drop banget. Sedihnya luar biasa, karena itu hal yang sudah kami tunggu-tunggu selama 3tahun terakhir, apalagi kalau baca-baca di google jarang sekali ada yang bisa bertahan dari blighted ovum, pasti harus dikuret atau dikeluarkan dengan obat. 

Suami berusaha menguatkan dan mengatakan itu belum pasti, kami harus mencoba ke dokter lain untuk mencari second opinion. Rata-rata dokter yang bagus tidak ada yang bisa langsung datang, harus bikin janji dari beberapa hari sebelum bahkan ada yang 1 bulan sebelumnya. Kami pun akhirnya membuat janji bertemu dokter Oni Khansa di RSIA Tambak untuk hari Jumat, 21 Maret 2014. Ini adalah dokter saat kami ingin mencoba program hamil di tahun 2012, dokternya sangat bersahabat dan menenangkan. Saat jumatnya bertemu dokter oni, kebetulan saya sudah mulai flek, waktu dicek memang pendarahan di rahim cukup banyak. Dokter oni pun menyarankan saya untuk tes lab agar lebih memastikan. Tetapi memang kalau dilihat dari hasil usg, dokter pun bilang ini kemungkinannya janin tidak berkembang, tapi bukan hamil kosong karena janin sudah terlihat walaupun sangat kecil. Untuk lebih pastinya menunggu hasil lab dan kembali 1minggu lagi.

Tetapi kehendak Allah berkata lain, hari selasa malam flek semakin banyak seperti haid dan perut terasa nyeri seperti kontraksi yang muncul setiap 5menit sekali. Subhanallah deh sakitnya, bikin ga bisa tidur. Akhirnya rabu pagi, kami kembali ke dokter Anggia dan sudah pasrah jika harus kehilangan janin. Saat diperiksa, ternyata dokter bilang janinnya sudah terlihat dan membesar dibanding hasil usg saat dengan dokter oni, walaupun tetap tidak ada detaknya. Tapi yang seharusnya kehamilan saya saat itu berusia 10minggu, ini masih tetap di 6minggu. Dokterpun menyarankan saya untuk bed rest dan dirawat 3 hari agar bisa diobservasi. 

Saat bed rest, nyeri perut perlahan hilang dan flek pun semakin berkurang, dan kembali muncul harapan kalau kehamilannya bisa dipertahankan. Tetapi memang saya sudah dalam kondisi pasrah dan ikhlas akan apapun kehendak Allah karena Allah knows best. Hanya Allah yang mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Saya hanya berdoa agar diberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi apapun hasilnya. Dan berdoa agar jika memang harus dikuret atau dikeluarkan, semoga tidak sakit. *aslii deh, bayangan harus dikuret yang bikin takut. Hehehe*

Akhirnya Kamis 27 Maret sekitar pukul 16.30 WIB, saat saya ingin buang air kecil, keluar juga segumpalan darah yang cukup besar. Saya dan suami sudah ikhlas jika harus keguguran, karena memang yakin itu pasti janin dan kantongnya yang luruh. Susterpun langsung menelpon dokter untuk memastikan. Setelah maghrib, dokter pun kembali melakukan usg dan ternyata benar, rahim saya sudah kosong, jadi yang keluar tadi adalah janin dan kantongnya. Dibawah ini foto usg perkembangan kantong kehamilan sampai akhirnya rahimnya sudah kosong :')


Kalau ditanya sedih atau tidak, yaa pastilah sedih sekali. Tapi alhamdulillah kami masih tetap bersyukur sudah diberi kesempatan untuk merasakan menjadi calon orang tua walaupun hanya 1-2bulan. Saya pun tidak menangis apalagi meratapi, saya merasa bersyukur karena kegugurannya terjadi secara alami, tanpa harus dipaksa pakai obat ataupun kuret. Saya pun sangat bersyukur karena Allah memberikan saya suami yang sangat baiikkk, sangat perhatian, selalu mendampingi saya dalam apapun kondisi saya, dan selalu menyemangati saya disaat saya drop atau sedih. Tidak bisa diungkapkan betapa beruntungnya saya :') Kami percaya, suatu saat Allah akan menitipkan keturunan kepada kami di waktu yang paling tepat. Saat ini kami disuruh 'latihan' dulu. Hehe

Hal lain yang menguatkan saya adalah support dari keluarga, baik keluarga saya ataupun suami. Mereka tidak memperlihatkan kesedihan, padahal saya tahu mereka juga pasti sedih banget, terutama orang tua dan mertua yang sudah sangat ingin menimang cucu. Maklum, saya dan suami, sama-sama anak pertama. 

Sahabat2 saya pun sangat berperan penting. Sahabat-sahabat di SMA, calluella tidak henti memberikan semangat dan doa. Sahabat-sahabat blomer tempat saya sharing segala macam hal. Mereka termasuk orang-orang yang tahu paling awal tentang berita kehamilan dan keguguran saya. Serta sahabat-sahabat lainnya yang juga selalu mendoakan dan menyemangati saya. Terima kasiiihhhhh. I'm happy to have you all by my side :*

Pada akhirnya saya cuma bisa bilang apapun ujian dan cobaan yang kita terima, selalu berbaik sangka sama Allah. Menurut kita baik, belum tentu menurut Allah baik. Jadi, saat ini saya dan suami kembali menanti waktu terbaik dari Allah sambil tetap selalu berdoa dan berusaha pastinya. Buat teman-teman yang mungkin mengalami masalah yang mirip-mirip, jangan putus asa dan menganggap Allah tidak sayang sama kita, karena semua pasti akan indah pada waktunya. Kalaupun tidak di dunia, in shaa Allah di akhirat :)

Segala sesuatu dalam hidup harus disyukuri, karena hal itu akan membuat kita lebih bahagia. Dan menurut saya itulah kebahagiaan sesungguhnya. Tetap bisa bersyukur dan merasa bahagia disaat ada ujian dalam hidup :')


You Might Also Like

57 comments

  1. sabar ya kak... aku doain semoga cepet hamil lagi... =') sisi positifnya plg ga kaka uda tau kaka bisa hamil...

    aku juga nikah th 2010 n smp skg jg blm hamil... hehe.. semangat ya kak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Smoga kamu juga segera hamil yaa. Semangaaattt :*

      Delete
  2. Salam sis.. saya Dian dari Singapore... saya turut merasai apa yg kamu rasa... saya & suami sudah hampir 8 tahun bernikah tetapi belum juga dikurniakan zuriat... sama sama kita terus berdoa ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salaam dian. Semangaaat!!! Terus berusaha, berdoa,dan serahkan sisanya pada kekuasaan Allah :)

      Delete
  3. Cerima kita sama persis kak.Saya 1 tahun menikah jg pernah merasakan hal yg sama 2kali kak..dua2nya kluar dibawah 8 minggu..alhamdulillah tetap bersyukur ALLAH sayang bgt sama kita,smoga di ganti ALLAH scepatnya ya kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selalu bersyukur dalam kondisi apapun. In shaa Allah itu jadi tabungan kita di akhirat yaa. Semangaatt!!

      Delete
  4. Sabar ye. Ini yuyu zulaikha dari Malaysia, kita pernah ketemu dulu. Sabar. Allah tahu apa yang terbaik buat hambaNya. InsyaAllah, ada rezeki nanti. Amin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hii yuyuuu. Iyaa, ingat kita pernah ketemu di mein. Makasii yuyu. Sehat2 terus untuk kehamilannya yaaa :*

      Delete
  5. Sabar yaa Ka Fikaa,
    aku pun pernah ngalamin juga, harusnya 11 minggu taunya si dede stuck di 7 minggu. Sedih banget malah harus merasakan yang namanya di kuret, sampai akhirnya setiap bulan selalu drama hamil apa nggak, telat haid girang yang ada emg mensnya berantakan. Terus berlanjut sampai 3 tahun ga terasa. Alhamdulillah setelah pindah rumah (sebelumnya bareng ortu) mungkin karena suasana baru, lebih rileks,dan pasrah pada akhirnya, 6 - 8 bln setelahnya aku positif. Insya Allah sehat-sehat terus sampai lahiran. Semangat yah, Allah memberikan sesuatu itu pada saat yang DIA kehendaki, bukan kita ingini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa dewi, makasihh udah sharing jugaa. Memang kuncinya harus bener2 pasrah karena Allah yang tahu apa yang terbaik :)

      Delete
  6. Fikaaaaaa syg... sabar ikhlas. In shaa Allah Allah sedang mempwrsiapkan yg terbaik utk fika n suami ya. Aamiin yRA

    ReplyDelete
  7. Hallo salam kenal saii, aku jg prnh ngalamin sama sama mba. Usia pernikahan qt hampir sama tahun aku menikah taun 2010.. aku dan suami jg sangat2 ingin punya anak. Akhirnya aku hamil tp di usia kandungan 6 bln anak ku lahir premature dan hanya bertahan 1 minggu.. alhamdulillah 3 bln setelahnya aku hamil lg. Sekarang anak ku sdh 13 bulan dan sehat.. sabar yah mba.. yakin semua akan indah pada waktunya. Allah tau kapan waktu yg tepat, yakin dan tetap usaha.. semangat mbaa fika

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hwaaa. Makasiiih udah sharing mbaa :') iyaa, in shaa Allah semua akan indah pada waktunya :)

      Delete
  8. fikaa..insya lalah latihan kali akan berbuah manis yang indah pada waktunyaa yaa..aamiin *peluk fika!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Makasiii nintaaa. Peluuukk baliikkk :*

      Delete
  9. Sabar dan semangat mba fika...sy jg pernah ngalamin..hamil pertama 2 bln&hrs dikuret krn janin tdk berkembang..mlh ada kistanya jg T.T alhamdulillah stlh kuret, kista diambil, ga lama bbrp bln kemudian Allah memberi gantinya :') tetap berusaha n berdoa ya mba :) anw, salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal mba. Alhamdulillah ya pengganti dari Allah tidak terlalu lama. Makasih ud sharing :)

      Delete
  10. *peyuuuuk fika* Semangaaaaat ya say

    ReplyDelete
  11. Sedih baca postingan ini, tapi salut sama Kak Fika yg masih bisa berpikir positif dan nerimo.
    Semoga segera hamil lagi yaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin. makasiii yaaa :) berpikir positif terutama sama rencana Allah itu wajib :D hehehe

      Delete
  12. Hi Fikaa, aku udah ngikutin blogmu dari jaman wedding preparation krn kita nikahnya cuma beda sebulan:).. Akupun belum dipercaya sama Allah, walopun udah beberapa kali usaha medis.. Tetap semangaaat yah, kamu gak sendirian koook.. Yang penting tetap berusaha, ikhlas, dan berbaik sangka yah.. Dikasih suami, keluarga, dan temen2 yg support adalah karunia Allah ya... Semangaaaatt! :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai desi, kita masih diuji kesabarannya dalam menunggu. Semangaaatt!!! Makasii ud baca2 dan mampir di blogkuu

      Delete
  13. Fikaaa... Semoga Allah segera memberi gantinya yaaa... Hanya Allah yg tau apa yang paling baik untuk hamba-hambaNya...
    Sebagai sesama pejuang hamil aku turut merasakan, bulan lalu ngalamin chemical pregnancy... Semangaaaatttt!! ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Chemical pregnancy apaa ti? Semangaaaattttt :)

      Delete
  14. Ka Fika, salam kenal..Semoga Allah segera memberi penggantinya ya ka..tetap semangat dan percaya bahwa Allah pasti memberikan di waktu yang tepat..

    Akupun baru mengalami kejadian yang sama di minggu ini, baca blog ka Fika menumbuhkan semangat baru, thx for sharing ka :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin. Semangat juga yaa buat kamu. In shaa Allah akan ada waktu yang lebih tepat untuk kita :)

      Delete
  15. fikaaa...
    Insya Allah nanti akan datang di saat yg tepat ya sayang
    babynya udah jadi calon penghuni surga yg akan memanggil2 kamu nanti
    semangat :*

    ReplyDelete
  16. kak fikaaa...sabar dan tetep semangatt ya... :) November lalu aku juga mengalaminya..Tetep semangat, mungkin saat ini belum saatnya..nanti akan ada waktu yang tepat menurutnya.. Aku berdoa untuk kak fika dan untuk kita.. Aminn :)

    ReplyDelete
  17. Salam kenal Fika.. semoga tetep sabar, mudah2an segera diberi gantinya.
    Aku juga Juni taun lalu mengalami keguguran, usia kehamilan 2,5 bulan. Alhamdulillah skrg All kasih kesempatan untuk hamil lagi, dan janin nya sehat..

    Selalu ada hikmah dari tiap kejadiannya, tetep semangat dan berusah yah untuk dapet baby :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah sudah hamil lagi dan sehat2 :) iyaa, semangat terusss. hehe

      Delete
  18. fika, nana salut sama fika, fika luar biasa hebat menurut nana, sangat berbaik sangka sama Allah...
    kita berdoa bersama ya, smga kita bisa diamanahi sama Allah untuk memiliki momongan, janin yang sehat dalam waktu dekat ini, aaammmiiiin..

    aku juga lagi nunggu fika...tetap bersyukur memang kunci utama kita bisa selalu happy :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah dikasih kekuatan sama Allah untuk bisa berbaik sangka dan sama sekali ga menyalahkan Allah atas apa yang terjadi kemarin ini. Memang belum rejekinya aja :)

      aamiin. saling mendoakan yaaaa :) harus happy dan jangan stress. hehe

      Delete
  19. Assalamualaikum mba fika... Kemaren sempet ketemu di karita tp lupa minta foto brg pdhl duduk dah percis dibelakangnya. Keep positif thinking aja mba. Aku nikah di 2010 , seangkatan kali ya...merasakan jg rasanya liat tespek berkali kali yg cuma setrip satu doang. Sampai akhirnya males beli tespek krn berkali kali telat tp yg keluar satu strip lagi dan mens kemudian... Sampai akhirnya memutuskan ke dr u program atau ya usaha lah gimana, wkt itu dilayani dgn baik sama dr di KMC (always love KMC Kemang #bukanendorse) tp malah ketahuan udah ada kantunnya, tapi dibilang u kehamilan awal lbh akurat testpack jd cek lab jg dan alhamdulilah saat itu positif. Tapi skrg anakku dah dua mba... Kesundulan , atas rencana Allah juga kan, teteep positif thinking. Yoga dikabarkan efektif untuk kesehatan bahkan kesehatan kandungan jg... Rajin yoga hamil tiap minggu di dua kali kehamilan banyal hasil sharing kalo yoga atau senam atau ya olah raga lah bikin subur... Mungkin maksudnya ya didukung pola hidup sehat, rahim jadi kuat, sumbatan di saluran saluran jg ilang, dll dll... Selalu ALLaH maha baik... Keep blogging ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf baru reply yaa. aku 3,5tahun nikah, sebelum yang kemarin positif baru 2x tespek. haha. soalnya jadwal haidku terlalu on time :D. Makasih untuk sharingnya yaa mba. In shaa Allah selalu berusaha positif thinking :)

      Delete
  20. Aslmkm Mb Fika...

    Peluk dari Tangerang untuk Mb Fika ya.. Saya tau banget gimana rasanya, karena saya 2x ngalamin itu. Sekarang lagi otw kehamilan ketiga, anak pertama,,,dengan dr Oni Khonsa juga..sama seperti Mb Fika. Semoga lancar dan sehat,,amin YRA.


    2x kuret, saya dan suami belajar banyak hal. Kami beruntung karena tidak semua pasangan mengalami ini. Tapi hikmahnya,,Allah SWT masih memberikan kesempatan kami berdua untuk latihan jadi calon orangtua yang baik. Allah Maha Baik, mba..nanti insyaAllah Mb Fika dan suami akan dititipi titipan berharga dunia akhirat ini :)


    Salam sayang untuk Mb Fika ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. peluk balik dari jakarta. hehe. maaf baru reply yaaa. gimana kehamilan ketiganya mba? semoga sehat selalu yaaa. aamiin. makasih untuk doanya yaa mbaa :)

      Delete
  21. Mba Apikahh,,, salam kenal yaa.


    persis ini seperti yang aku alami di bulan Januari kmrn,
    akupun harus kehilangan janin yg diusia kandungan seharusnya 10W.
    Kasusnya pun sama Blighted Ovum.
    tapi krn terus menerus pendarahan dan mules yang luar biasa, akhirnya terpaksa di kuret,

    Kalau kata dokter ku Blighted Ovum itu krn pola makan,

    disarankan untuk pola makan makanan yg bergizii untuk mempersiapkan kehamilan, (bukan makan banyak tapi makan bergizi)

    semoga kita sama2 diberikan Anugerah Allah disaat yang tepat yaa,,

    keep healthy, keep inspiring.. InsyaAllah..

    *semangat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal mba susan :) turut berduka cita ya mba. In shaa Allah akan ada waktu terbaiknya yaaa untuk kita :)

      tapi kemarin itu aku bukan BO. Soalnya pas minggu ke 9-10 justru keliatan janinnya walaupun katanya kecil banget. Jadi dokternya sih bilang kegugurannya krn janin gak berkembang dan memang kehamilannya yang kurang baik.

      Aku emang kurang banget nih makan makanan bergizinya. huhu
      semangat ya mbaa

      Delete
  22. Salam kenal mbak. Semoga dimudahkan jalan menuju kehamilan berikutnya ya. Aku jg pernah mengalami hal seperti ini dan at least kehamilanku yg cm sampai 7 minggu itu membuatku lega: plg gak aku n suami nggak infertil :) brati insyaalloh masih ada kesempatan di kemudian hari. Skrg latihan dulu dgn cara jd babysitter :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal jg mba :) aamiin. in shaa Allah ini yang terbaik. skr masih menunggu aja rencana yang terbaik dari Allah

      Delete
  23. Baru baca ini sekarang...
    Semangat ya Fiik.. Allah's plan is the best...

    ReplyDelete
    Replies
    1. yess. Allah is the best planner!! semangaatt :D

      Delete
  24. Subhanallah...
    Mbak, ini mirip sekali dgn yang saya alami April 2015 ini...
    Sekarang saya juga msh nunggu rencana terbaiknya Allah...

    Can i share you story mbak? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga rencana terbaik dari Allah bisa hadir secepatnya ya mba :)

      mau share story dimana?di blogmu? silahkan aja, asal di link ke blog saya ya :)

      Delete
  25. Assalam mba.. Cerita sama persis yg ku alami bulan lalu. Ak tau gimana rasanya. Sedih udah pasti. Tapi bersyukur bisa keluar tanpa harus dikuret.. Alhamdulillah bersama suami sllu saling menguatkan.. Ak udah menikah 1th 3 bulan.. Selalu berusaha dan berdoa ya mba, semoga Allah SWT segera menghadirkan buah cinta ditengah2 keluarga kecil kita..

    ReplyDelete
  26. Assalam mba.. Cerita sama persis yg ku alami bulan lalu. Ak tau gimana rasanya. Sedih udah pasti. Tapi bersyukur bisa keluar tanpa harus dikuret.. Alhamdulillah bersama suami sllu saling menguatkan.. Ak udah menikah 1th 3 bulan.. Selalu berusaha dan berdoa ya mba, semoga Allah SWT segera menghadirkan buah cinta ditengah2 keluarga kecil kita..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. semoga segera diberi amanah lagi sama Allah Subhanahu wa Ta'ala ya mba :)

      Delete
  27. sampai terharu bacanya mba fika.... sosok yang kuat, tabah dan sabar...
    semoga Allah Subhanahu wa ta'ala segera memberikan momongan buat mba fika & suami

    ReplyDelete
  28. saya juga mengalami hal yang sama,hanya bedanya mba fikaa jauh lebih hebat dari saya.tetap tenang dan berusaha berpikir positif. Sedangkan saya setelah kuret beberapa hari pun masih terus menangis.hehehe. semoga dengan berbagi cerita begini bisa saling mengutkan ya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya gak hebat koq mba. wajar kalau masih menangis dan sedih. tapi emang harus dialihkan ke hal lain dan coba berpikir positif aja :) ketentuan Allah apapun itu pasti yang terbaik.

      Delete
  29. ijin share ya kak fika, beda tipis sm pengalaman kami, tetep semangat ya kak.. sukses buat smw usahanya kaka cantik

    ReplyDelete

I really appreciate every single comment that you left in my blog..Do not hesitate to say anything..but, please use a proper word :)